Senin, 16 April 2012

100 Tahun Titanic Tenggelam

Kapal RMS Titanic (Foto: AP)
SOUTHAMPTON - Titanic tenggelam 100 tahun lalu. Berbagai perayaan dilakukan untuk memperingati pelayaran kapal pesiar yang dianggap terbesar di masanya. Tetapi yang patut menjadi perhatian saat ini adalah laut masih belum aman.

RMS Titanic berlayar meninggalkan Southampton, Inggris, dengan tujuan New York City, Amerika Serikat (AS), yang dilakukan pertama kali pada 10 April 1912. Dalam perjalanannya, kapal dengan sepanjang 269 meter dan lebar 28 meter, melintasi Samudera Atlantik.

Malapetaka terjadi pada 15 April 1912, saat kapal pesiar berbobot mati 46.328 ton ini menabrak sebuah gunung es di Samudera Atlantik. Sisi kanan kapal menimbulkan lubang di bagian bawahnya. Lubang ini ternyata berakibat fatal, karena menyebabkan lima kompartemen kedap air mengalami kebocoran. 

Kondisi kapal yang saat itu mampu membawa 2.435 penumpang dan 892 awak ternyata makin parah karena lima kompartemen dipenuhi dengan air. Dengan empat kompartemen kedap air saja yang bocor, Titanic dipastikan tidak akan selamat.

Bocornya lima kompartemen kedap air ini memupus harapan kapal akan selamat.
Setelah dua jam empat puluh menit Titanic menabrak gunung es, posisi kapal milik White Star Line itu berada dengan posisi dek depan berada di bawah air. Bagian haluan pun berada di bagian atas dengan memperlihatkan baling-balingnya yang besar.

Selang beberapa lama kemudian kapal pun terbelah menjadi dua antara cerobong ketiga dan keempat akibat tekanan. Tepat pada pukul 14.20 waktu setempat, kapal tenggelam dan terpisah dari haluan.

Malapateka pun menimpa penumpang. Sebagian besar mereka yang tercebur ke air dihadapkan pada suhu minus 2 derajat celsius. Hampir semua penumpang dan awak kapal tewas karena menderita hipotermia atau tenggelam, bahkan tertimpa bagian haluan yang jatuh saat kapal patah terbelah dua.

20 kapal sekoci yang disediakan tidak mampu secara optimal menyelamatkan penumpang. Alhasil, sebanyak 1.514 jiwa kehilangan nyawanya akibat kapal raksasa nahas tersebut.

Kini, ada berbagai peringatan 100 tahun tenggelamnya Titanic. Salah satunya dilakukan oleh MS Balmoral yang berlayar mengikuti jalar pelayaran kapal pesiar legendaris itu. Balmoral juga berangkat dari Southampton, dengan membawa 1.309 penumpang. Di antara penumpang terdapat keluarga dari korban tenggelamnya Titanic.

Mereka melakukan napas tilas guna merasakan jalur dari pelayaran kapal ini. Philip Littlejohn, cucu dari korban selamat dari insiden kecelakaan itu Alexander James Littlejohn, yakin kakeknya akan bangga melihat peringatan ini.

"Saya yakin, kakek saya yang seorang kelasi RMS Titanic, akan bangga melihat sejarahnya dibagi bersama penumpang lain dalam pelayaran ini," ujar Philip seperti dikutip Daily Mail, Selasa (10/3/2012). Namun pelayarannya tersebut sempat tertunda selama dua jam karena gelombang tinggi di laut.

Semeriah apapun peringatan yang dilakukan  untuk pelayaran Titanic ini, satu hal yang patut menjadi perhatian bahwa perjalanan laut masih belum aman, setelah tenggelamnya kapal yang dikapteni oleh Edward Smith tersebut.

Saat ini, kapal pesiar pada umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dari Titanic. Namun, meskipun dilengkapi dengan teknologi navigasi yang canggih, bahaya perjalanan laut masih tetap menghantui.

Contoh, 31 Januari lalu, kapal pesiar mewah Costa Concordia karam di perairan Italia. Peristiwa itu menyebabkan 31 penumpangnya tewas. Insiden Costa, menimbulkan pertanyaan apakah tuntutan keselamatan tidak kalah cepat dengan diciptakannya kapal pesiar yang megah, mewah dan berukuran raksasa.

Kecelakaan yang dialami oleh kapal pesiar masa kini juga menyebabkan penghasilan dari operator kapal pesiar merugi. Operator Costa Concordia, Carnival dan rivalnya Royal Caribbean Cruises melaporkan pendapatan mereka menurun tajam akibat kecelakaan.

Assosiasi Pesiar Internasional (CLIA) membela diri mengenai faktor keselamatan laut saat ini. Menurut mereka, selama 10 tahun sebelum insiden Costa, hanya 28 orang dilaporkan tewas akibat pelayaran kapal pesiar. 22 di antaranya adalah awak kapal.

Namun, industri internasional mengharuskan dilakukannya audit keselamatan dari industri kapal layar ini. Mereka mendesak agar faktor keamanan selalu ditingkatkan. Semua pihak tentunya tidak ingin insiden Titanic terulang kembali.
Reaksi:

3 komentar:



:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar